Kamis, 10 Oktober 2013

Sejarah Perkembangan Fisiologi

Metabolisme Nitrogen



Metabolisme Nitrogen

Nitrogen adalah unsur yang sangat penting bagi petrumbuhan tanaman. Nitrogen merupakan bagian dari protein, bagian penting konstituen dari protoplasma, enzim, agen katalis biologis yang mempercepat proses kehidupan. Nitrogen juga hadir sebagai bagian dari nukleoprotein, asam amino, amina, asam gula, polipeptida dan senyawa organik dalam tumbuhan. Dalam rangka untuk menyiapkan makanan untuk tanaman, tanaman diperlukan klorofil, energi sinar matahari untuk membentuk karbohidrat dan lemak dari C air dan senyawa nitrogen.
Nitrogen berperan dalam pembentukan sel , jaringan , dan organ tanaman. Ia berfungsi sebagai sebagai bahan sintetis klorofil , protein , dan asam amino. Karena itu kehadirannya dibutuhkan dalam jumlah besar , terutama saat pertumbuhan vegetatif.
Nitrogen adalah komponen penting bagi tumbuhan terdapat dalam banyak senyawa. Protein dan asam nukledit yang biasanya diserap dari tanah dalam bentuk sangat teroksidasi dan harus direduksi oleh proses yang bergantung pada energi sebelum bergabung menjadi protein dan senyawa lain dalam sel. Nitrogen di alam berada dalam berbagai bentuk dan berada dalam keadaan dinamis mengikuti perubahan fisik dan kimia dalam suatu daur Nitrogen. Meskipun nitrogen di udara mampu masuk keluar tubuh tumbuhan, tetapi tidak ada enzim yang mampu menangkapnya.  Kebanyakan Nitrogen yang masuk tubuh tumbuhan telah mengalami reduksi oleh mikroba prokaryotic atau dalam bentuk NO3- dan NH4+ dalam air hujan. Penambatan nitrogen dapat dilakukan secara simbiotik atau non simbiotik antara tumbuhan tingkat tinggi dan mikroba. Tumbuhan tinggi dapat menggunakan Nitrogen yang telah tereduksi tersebut. Bagi tumbuhan lain yang tidak bersimbiosis dengan nitrogen , nitrogen diserap dalam bentuk NO3- atau NH4+. Umumnya dalam bentuk NO3- karena NH4+ akan dioksidasi menjadi NO3- oleh bakteri nitrifikasi.
Tumbuhan  memperoleh  intake  atau material masukan yang  sebagian besar berupa kation maupun anion  (N-anorganik) seperti NO3-, NH4+, dan urea. Pada keadaan tertentu, tumbuhan dapat memperoleh pasokan N dari  senyawa N-organik sederhana berupa asam- asam amino tertentu. Tumbuhan tidak dapat memanfaatkan atau memfiksasi gas N2 udara secara langsung, kecuali kelompok tumbuhan yang bersimbion dengan baktaeri pengikat zat lemas. Selanjutnya N-anorganik yang diserap  akan dikonversi  atau dimetabolisir di dalam sel menjadi berbagai bentuk persenyawaan N-organik, sesuai kebutuhannya. Metabolisme N penting dalam jaringan tumbuhan menyangkut : 1) asimilasi sumber nitrogen, 2) sintesis asam amino,  3) sintesis amida dan peptida serta 4) sintesis dan perombakan protein.
(1)  Asimilasi sumber N
Ada beberapa sumber nitrogen yang dapat diambil tumbuhan yakni NO3, NH4+, N-organik dan  N2, terutama pada  bakteri dan algae tertentu.  Pada tumbuhan tinggi umumnya, sumber nitrogen yang paling banyak diserab adalah NO3 dan NH4+ dan beberapa N-organik.
Pada tumbuhan tinggi umumnya, sumber terpenting nitrogen adalah ion nitrat (NO3=) yang diambil dari larutan tanah. Di dalam tanah, spesiasi ion nitrat tidaklah stabil. Dalam situasi aerobik, ion nitrogen lebih banyak dalam bentuk nitrat. Sebaliknya, dalam suasana anarobik, nitrat akan tereduksi secara bertahap menjadi ion amonia (NH4+). Bakteri nitrifikasi dan denitrifikasi berperan pada proses konversi tersebut. Di  alam  dikenal  ada  banyak  bakteri terlibat dalam konversi nitrat menjadi amonia, atau sebaliknya. Proses-proses pengubahan dari amonia menjadi nitrat disebut  nitrifikasi. Sebaliknya, terjadi peristiwa pengubahan nitrat , nitrit menjadi amonia atau N2 yang disebut denitrifikasi. Proses nitrifikasi melibatkan bakteri nitrosomonas dan nitrobakter. Pada proses pembusukan dari senyawa N-organik, akan  dihasilkan ion-ion amonia, yang prosesnya disebut amonifikasi.
Tanaman dapat menyerap ion nitrat atau amonium dari tanah melalui rambut akarnya. Jika nitrat diserap, pertama-tama direduksi menjadi ion nitrit dan kemudian ion amonium untuk dimasukkan ke dalam asam amino, asam nukleat, dan klorofil. Pada tanaman yang memiliki hubungan mutualistik dengan rhizobia, nitrogen dapat berasimilasi dalam bentuk ion amonium langsung dari nodul. Hewan, jamur, dan organisme heterotrof lain mendapatkan nitrogen sebagai asam amino, nukleotida dan molekul organik kecil.
Dalam proses biologis, nitrit dan amonium dikonversi langsung ke elemen (N2) gas nitrogen. Proses ini membentuk sebagian besar dari konversi nitrogen unsur di lautan. Reduksi dalam kondisi anoxic juga dapat terjadi melalui proses yang disebut oksidasi amonia anaerobic.
proses reduksi nitrat adalah pengubahan nitrit menjadi NH4. Nitrit yang ada di sitosol diangkut ke dalam kloroplas di daun atau ke dalam proplastid di akar.
Tahapan reduksi nitrit menjadi ammonium adalah sebagai berikut (Kimball John W., 1983) :
·      Di daun, reduksi NO2 menjadi NH4 memerlukan enam elektron yang diambil dari H2O pada sistem pengangkutan elektron non siklik, pada kloroplas selama pengangkutan elektron ini, cahaya mendorong pengangkutan elektron dari H2O ke ferodksin (Fd).
Reaksinya adalah sebagai berikut :
3H2O  +   6Fd   +  cahaya ------------ 15 O2  +  6H   +   6Fd
·      Kemudian ferodoksin tereduksi memberikan 6 elektron yang digunakan untuk mereduksi NO2 menjadi NH4, reaksinya sebagai berikut, :
NO2  +   6Fd (Fe  ) + 8H  --------- NH4   +   6Fd (Fe   ) + H2O
·      Sehingga keseluruhan proses reduksi nitrit menjadi amonia adalah sebagai berikut:
NO2  +  3H2O  +  2H  + cahaya  ------- NH4  + 1,5 O2   +  2H2O

Nitrat yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman berasal terutama dari akar untuk kebanyakan spesies tanaman. Pada saat ini NOx konsentrasi atmosferik, kecil account dari NO3– juga dapat diperoleh melalui foliar penyerapan atmosfer NO2. Di bawah berbagai konsentrasi NO2, spesies tanaman yang hanya beberapa belajar digabungkan lebih dari 10% dari NO2-N total tanaman N. Kasus khusus adalah bahwa torreyi phyllospadix (surfgrass), salah satu dari sedikit spesies rumput laut tumbuh di batu, memperoleh NO3– terutama melalui daun tetapi tidak akar. NO2 perangkat drived dan akar yang diturunkan NO3, pada umumnya, tergantung pada NO3– lintasan metabolisme. Namun, proses metabolisme dari NO2 perangkat drived dan akar yang diturunkan NO3– memiliki perbedaan yang signifikan. Hal ini didukung oleh setidaknya empat aspek.

NO3– diturunkan NO2 diasimilasi terutama oleh lintasan metabolisme NO3–; tingkat asimilasi tergantung pada status pertumbuhan tanaman dan kondisi lingkungan seperti atmosfer NO2 konsentrasi, cahaya, dan akar nitrogen pasokan, dll. Ketidakseimbangan antara tingkat penyerapan daun NO2 asimilasi akan mengakibatkan akumulasi NO3–/NO2– dan NOx reemission. Baru-baru ini, lebih banyak pekerjaan difokuskan pada akar NO3– metabolisme seperti akar nitrogen pengambilan, identifikasi NO3– transporters, dan memperbaiki nitrogen bakteri, dll dibandingkan dengan metabolisme berasal NO2 NO3–. Informasi yang tersedia menunjukkan metabolisme daun dan akar-diturunkan NO3– yang memiliki perbedaan yang signifikan dalam setidaknya empat aspek, termasuk produk-produk asimilasi, NO3– transporters, dan NOx generasi, dll. Pekerjaan lebih lanjut yang diusulkan untuk menyelidiki hubungan antara ekspresi gen dari daun NO3– transporter dan species-specific NO2 pengambilan dan coupling metabolik NO2-N, karbon, dan belerang.

MODEL MOZAIK CAIR STRUKTUR DAN FUNGSI MEMBRAN SEL




Pendahuluan
Pada akhir tahun 1960-an, semakin terakumulasi bukti-bukti yang menunjukkan bahwa hipotesis membran unit tidak cukup untuk menjelaskan sifat dinamis protein membran, walaupun hipotesis tersebut sesuai dengan distribusi yang sudah diketahui dari lipid membran. Tahun 1972, sebuah hipotesis struktur membran baru dikembangkan oleh Singer dan Nicholson. Hipotesis yang dikenal sebagai model mosaik cair tersebut memandang membran sebagai sebuah lapisan ganda fosfolipid cair, dengan protein-protein yang terselip ke dalamnya dengan berbagai cara (suatu mosaik), bukan sebuah lapisan yang tak putus. Protein-protein yang terasosiasi dengan permukaan eksterior atau interior mosaik lipid disebut protein ekstrinsik.
Membran sel merupakan membran yang paling luar  baik pada sel prokariot maupun pada sel eukariot. Fungsi membran adalah memelihara isi sel dari pencampuran bebas dengan molekul di luar sel sebagai penghubung sel dengan lingkungan luarnya, karena membran sel merupakan salah satu penyusun sel yang memisahkan bagian dalam sel dengan lingkungan luar sel. Selain fungsi tersebut, membran sel juga sangat berperan dalam trasportasi seluler suatu ion atau molekul. Membran sel tersusun oleh beberapa molekul, diantaranya adalah lipid, protein, dan karbohidrat. Masing-masing dari molekul tersebut mempunyai fungsi, peranan, serta komponen molekul yang berbeda masing-masing.
Terkait dengan struktur dari membran plasma, mengalami perkembangan dari tahun 1917 hingga tahun 1972, perkembangan terakhir yang sampai sekarang masih menjadi acuan yaitu tentang fluid mozaic model yang menerangkan bahwa membran sel tersusun atas dua lapis fosfolipid (fosfolipid bilayer), dimana ujung permukaan suatu lipid yang bersifat hidrofobik bersembunyi pada bagian interior lipid dua lapis dan ujung permukaan hidrofilik menghadap ke permukaan dua sisi membran plasma (baik yang menghadap ke interior sel maupun ke lingkungan luar sel).

Termodinamika dan Struktur Membran Sel
Membran Sel atau biasa disebut juga dengan membran plasma merupakan lapisan paling luar dari sel yang bertugas melindungi sel secara keseluruhan dari interaksi dengan lingkungan luar, menjaga segala aktivitas yang terjadi di dalam sel, dan menyeleksi transportasi makanan dari luar ke dalam sel.
Untuk lebih mudahnya dalam memahami struktur membran sel maka bisa diamati dengan model mosaik cair atau model mosaik fluida. Dengan menggunakan model mosaik cair tersebut maka akan didapatkan bahwa sebenarnya struktur membran sel terdiri dari gabungan senyawa lemak (lipid) dengan senyawa protein yang disebut dengan lipoprotein.
Jika diamati senyawa kimia lipoprotein yang merupakan penyusun dari membran sel juga terdiri dari beberapa bagian lagi yaitu protein, lipid, dan protein trilaminer layer. Sedangkan molekul-molekul penyusun struktur membran sel akan membentuk lapisan fosfolipid rangkap atau lapisan ganda fosfolipid yang dikenal dengan istilah fosfolifid bilayer. Lapisan fosfolifid pada struktur membran sel ini mengandung protein-protein membran, yaitu protein integral yang terbenam dan protein periferi yang menempel.
Struktur membran sel sangat unik, fosfolipid misalnya memiliki dua bagian yaitu bagian kepala yang terbentuk dari senyawa fosfat dan bagian ekor yang terbentuk dari senyawa asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh. Fosfat dan asam lemak memiliki sifat yang berbeda jika fosfat bersifat hidrofilik (larut dalam air) maka asam lemak bersifat hidrofobik (tidak larut dalam air).
Struktur membran sel seperti diatas memungkinkan transport zat yang bersifat transport aktif dan transport pasif. Transport aktif pertama kali di kemukakan oleh Rossenberg, yaitu merupakan perpindahan molekul melawan gradien kosentrasi dari kosentrasi rendah ke kosentrasi tinggi sehingga proses transport aktif ini memerlukan energi. Energi di dapat dari beberapa protein seperti channel protein dan carrier protein. Transport aktif ini bisa dibedakan menjadi pompa ion, kotranspor,endositosis,dan,eksositosis.

Transport pasif merupakan kebalikan dari proses transpot aktif, pada transport pasif perpindahan zat melalui membran sel tidak memerlukan energi. Transport pasif ini bersifat spontan contohnya adalah peristiwa osmosis dan difusi. Osmosis adalah proses perpindahan pelarut melalui membran selektif permeabel hipotonik (kosentrasi tinggi) ke hipertonik (kosentrasi rendah). Sedangkan difusi adalah perpindahan zat dalam pelarut dari kosentrasi tinggi ke tempat yang kosentrasinya rendah

Beberapa Sifat Komponen Membran
Semua membran disusun dari lemak dan protein di mana setiap komponen diikat oleh ikatan nonkovalen. Selain lemak dan protein, membran sel juga mengandung karbohidrat. Rasio antara lemak dan protein bervariasi bergantung tipe membran seluler misalanya antara membran pasma dan retikulum endoplasma atau pun tipe organisme misalnya antara prokariot dan eukariot. Sebagai membran mitokondria memiliki rasio protein/lemak yang tinggi dibandingkan membran plasma pada sel darah merah

 

Lipid pada membran tersusun atas fosfolipid (lemak yang bersenyawa dengan fosfat). Fosfolipid merupakan lipid yang jumlahnya paling melimpah dalam sebagian besar membran. Kemampuan fosfolipid untuk membentuk membran disebabkan oleh struktur molekulernya. Fosfolipid merupakan suatu molekul amfipatik yang berarti bahwa molekul ini memiliki daerah hidrofilik maupun daerah hidrofobik. Sebagian besar membran mengandung fosfat, Molekul fosfat ini bersifat hidrofilik (dapat mengikat air) sedangkan molekul lemak bersifat hidrofobik (tidak dapat mengikat air)
Komponen lemak lain adalah kolesterol di mana pada hewan tertentu dapan mencapai 50% dari molekul lemak yang terdapat pada membran plasma. Kolesterol tidak terdapat pada sebagai besar membran plasma tubuhan dan bakteri.
Lipid yang terdapat pada selaput dapat diekstrak dengan kloroform, eter dan benzene. Dengan menggunakan kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas, dapat diketahui komposisi lipid pada selaput sel. Lipid yang selalu dijumpai adalah fosfolipid, sfingolipid, glikolipid dan sterol. Kolesterol merupakan lipida terbanyak yang menyusun selaput sel.  
Peran karbohidrat membran dalam pengenalan sel dengan sel kemampuan sel untuk membedakan tipe-tipe sel yang bertetangga, bersifat krusial bagi fungsi organisme. Misalnya, penting untuk memilah-milah sel menjadi berbagai jaringan dan organ dalam embrio hewan. Pengenalan sel dengan sel juga menjadi dasar penolakan sel asing (penolakan organ cangkokan atau transplantasi) oleh sistem kekebalan. Karbohidrat pada membran biasanya  merupakan rantai pendek bercabang yang tersusun kurang dari 15 unit gula sebagjan diantaranya berikatan kovalen dengan lipid, membentuk molekul yang disebut glikolipid (glycolipid ). Akan tetapi sebagian besar karbohidrat berikatan kovalen dengan protein, membentuk glikoprotein.

 

Protein membran tersusun atas glikoprotein atau protein yang bersenyawa dengan karbohidrat. Bergantung pada tipe sel dan organel tertentu dalam sel, membran memiliki 12 sampai lebih dari 50 macam protein berbeda. Protein ini tidak disusun secara acak tetapi setiap lokasi dan orientasinya disusun pada posisi relatif tertentu pada lipid bilayer. Protein pada membran tidak simetris yakni bagian luar membran dan bagian dalam membran tersusun berbeda. Posisi seperti ini memungkinkan membran sebelah luar beriteraksi dengan dengan ligan sektraseluer seperti hormon dan faktor pertumbuhan sedangkan bagian dalam dapat berinteraksi dengan molekul sitoplasma seperti protein G atau protein kinase. Terdapat dua lapisan utama protein membrane.
Protein integral adalah protein yang berpenetrasi kedalam lipid bilayer. Protein ini dapat menembus membran sehingga memiliki domain pada sisi ekstra seluler dan sitoplasmik dari membran. Protein integral umumnya merupakan protein transmembran, dengan daerah hidrofobik yang seluruhnya membentang sepanjang interior hidrofobik membrane tersebut. Daerah hidrofobik protein integral terdiri atas satu atau lebih rentangan asam amino nonpolar, yang biasanya bergulung menjadi helix a. pada ujung hidrofilik molekul ini dipaparkan kelarutan aqueous pada kedua sisi membrane.
Protein periferal sama sekali tidak tertanam dalam bilayer lipid. Seluruhnya berlokasi dibagian luar dari lipid bilayer, baik itu di permukaan sebelah ekstraseluler maupun sitoplasmik dan berhubungan dengan membran malalui ikatan non kovalen. Protein ini merupakan angota yang terikat secara longgar pada permukaan membran, sering juga pada bagian protein integral yang dibiarkan terpapar. Protein pada membran menentukan sebagian besar fungsi spesifik membran.
Lipid anchor protein terdapat disebelah luar lipid bilayer tetapi berikatan secara kovalen dengan molekul lemak yang terdapat pada lipid bilayer.
Protein membran plasma memiliki fungsi yang sangat luas antara lain sebagai protein pembawa (carrier) senyawa melalui membran sel, penerima isyarat (signal) hormaonal dan meneruskan isyarat tersebut ke bagian sel sendiri atau sel lainnya. Protein selaput plasma juga berfungsi sebagai pengikat komponen sitoskeleton dengan senyawa-senyawa ekstraseluler. Protein-protein permukaan luar memberikan cirri individual sel dan macam protein dapat berubah sesuia dengan diferensiasi sel. Protein-protein pada membran sel banyak juga yang berfungsi sebagai enzim terutama yang terdapat pada selaput mitokondria, retikulum endoplasma dan kloroplas. Sebagai contoh, senyawa-senyawa fosfolipid membran plasma disintesis oleh enzim-enzim yang terdapat pada membran retikulum endoplasma.
Protein membran sel memiliki kemampuan bergerak, sehingga dapat berpidah tempat. Perpindahan berlangsung ke arah lateral dengan jalan difusi. Namun tidak semu protein mampu berpindah tempat. Beberapa jenis protein integral tertahan dalam selaput oleh anyaman molekul-molekul protein yang berada tepat di bawah permukaan dalam selaput plasma. Anyaman ini berhubungan dengan sitoskelet atau rangka sel.
Struktur fisiko-kima protein selaput sel kurang diketahui, mengingat bahwa bentuknya sangat bervariasi. Berdasarkan kajian mikroskopis dan teknik freeze fracture diketahui bahwa protein dalam selaput sel berbentuk globular. 

Model Mosaik Cair
      Membran plasma terdiri atas lipid bilayer yang berada dalam keadaan fluid dan dapat bergerak lateral dalam daerah membran struktur dinamis interaksi yang sementara atau semipermanen.
      Protein terdistribusi secara mosaik yang berbeda dengan lipid partikel tidak membentuk suatu lapisan yang kontinyu. Protein dapat melintasi membran fosfolipid, atau berada di bagian tepi sel.
      Tebal membran sel berkisar 8,5 nm. Membran plasma terdiri atas (i) lapisan lipida ganda, yang dikelilingi oleh protein globular. Protein globular ada yang tertanam pada matriks membran dan ada yang terikat pada permukaan polar lipida, (ii) Protein membran, berada dalam keadaan tersebar, bukan sebagai suatu lapisan yang bersinambungan, (iii) Protein yang terikat pada permukaan polar lipida disebut protein perifer atau protein ekstrinsik. Sedangkan protein yang tertanam pada matriks atau menembus lapisan lipida disebut protein integral atau protein intrinsik. (iv) Protein perifer dan integral yang berkaitan dengan molekul gula disebut glikoprotein, sedangkan molekul lipida yang berikatan dengan gula disebut glikolipida.

Beberapa Bukti Eksperimen Baru
Gagasan model cair bermosaik protein yang dikenal dengan fluid mosaic model. Seperti terkesan dari namanya, model membran ini mempunyaia dua karakteristik, yaitu membran lipid bilayer cair yang di beberapa tempat dilengkapi dengan protein membentuk mosaik.  Dengan kata lain, tetap berpijak pada struktur lipid bilayer yang sudah dikemukan seabad sebelumnya tetapi menambahkan adanya molekul-molekul protein dengan sudut pandang yang sangat berbeda. Protein globular tersebut tidak melapisi sisi luar membran melainkan tertanam menembus membran, karena beberapa bagian dari molekul protein tersebut mempunyai afinitas yang tinggi terhadap bagian dalam membran yang hidrofobik.
Penempatan protein dalam struktur lipid bilayer bersifat revolusioner. Segera setelah itu, beragam penemuan tentang protein membran bisa cocok dengan fluid mosaic model, mulai dari protein integral sampai protein periferal membran. Dalam molekul protein integral membran bisa ditemukan porsi molekul yang hidrofobik akan tertanam di dalam membran sedangkan porsi molekul yang hidrofilik akan menjulur baik ke sisi luar maupun dalam membran. Sedangkan pada molekul protein periferal tidak ditemukan adanya porsi molekul yang bersifat hidrofobik. Hampir dalam waktu yang bersamaan kemudian ditemukan kelompok protein membran yang ketiga yang tidak termasuk jenis protein yang digunakan dalam membangun fluid mosaic model, yaitulipid-anchored proteins. Kelompok protein ketiga ini sebagian besar bersifat hidrofilik tetapi bisa membuat ikatan kovalen dengan beberapa bagian fosfolipid.
Fosfolipid penyusun membran tidak statis dan diam di satu tempat melainkan secara konstan bergerak berpindah tempat, baik secara lateral (pindah dalam satu layer atau sejajar dengan orientasi permukaan membran) maupun vertikal (pindah ke sisi layer yang lain). Selain itu, beberapa komponen proteinnya juga secara kontinyu terus bergerak secara lateral dan beberapa yang lain diam tidak berpindah tempat.
Kekuatan utama dari fluid mosaic model adalah kemampuannya mengakomodasi berbagai sifat dan fungsi membran sampai sekarang. Salah satunya adalah bisa menerangkan bahwa setiap sel bisa saja mempunyai kandungan protein membran yang berbeda, dan protein membran bisa menumpuk di satu lokasi sehingga membran terlihat menjadi tebal.

Model Mosaik Cair dan Fungsi Membran Sel

Membran sel berfungsi sebagai barier semipermeabel yang memungkinkan molekul yang berukuran kecil dapat keluar masuk ke dalam sel. Hasil pengamatan mikroskop elektron terhadap membran sel menunjukkan bahwa membran sel merupakan lipid bilayer. (disebut sebagai fluid-mosaic model). Molekul penyusun utama adalah fosfolipid, yang terdiri dari bagian kepala yang polar (hidrofilik) dan dua ekor nonpolar (hidrofobik). Fosfolipid ini tersusun atas bagian nonpolar membentuk daerah hidrofobik yang diapit oleh daerah kepela yang pada bagian dalam dan luar membran.

      Fungsi Membran Sel

      Kompartementalisasi

Membran plasma membagi protoplasma menjadi beberapa kompartemen (ruangan). Membran sel membungkus seluruh protoplasma. Membran inti memisahkan nukleoplasma dengan dari stoplasma. Selain itu selaput plasma membagi sitoplasma menjadi beberapa kompartemen yang disebut dengan organel. Adanya selaput ini pembatas ini sangat penting karena memungkinkan kegiatan setiap kompartemen dapat berlangsung tanpa gangguan dari kompatemen lain namun tetap dapat bekerja sama.

      Barier selektif permeabel

Membran sel mencegah pertukaran materi secara bebas dari satu sisi ke sisi lain pada saat bersamaan. Membran plasma harus menjamin pertukaran molekul antara bagian lur dan dalam pada saat yang tepat.

      Transport molekul

Membran plasma mengandung mesin transpor molekul dari satu sisi ke sisi lain yang mencegah molekul dengan konsentrasi rendah masuk ke dalam sel daerah yang memeiliki konsentrasi tinggi.  Mesin ini memungkinkan sel mengakumulasi molekul tertentu dalam konsentari yang lebih tinggi di bandingkan di sebelah luar.

      Penghantaran signal

Membran plasma memainkan peran penting dalam respon sel terhadap signal. Proses itu disebut dengan penghantaran signal. Membran sel memiliki resptor yang berkombinasi dengan molekul tertentu (ligan). Setiap sel berbeda memiliki reseptor berbeda, yang mampu mengenali dan berespon terhadap ligan pada lingkungan berbeda.

      Interaksi interseluler

Membran sel memperantarai interaksi antar sel pada organisme multiseluler. Membran sel memungkinlkan sel mengenal satu sama lain, berikatan dan saling bertukar materi dan informasi

      Mekanisme Pengangkutan Melalui Membran Sel

Molekul dan ion kecil bergerak melintasi membrane plasma dalam dua arah seperti gula, asama amino dan nutrient lain memasuki sel, dan produk limbah metabolism meninggalkan sel. Sel menyerap oksigen untuk respirasi seluler dan mengeluarkan karbon dioksidal. Sel juga mengatur konsentrasi ion anorganiknya seperti Na+, K+, Ca2+ dan Ca- dengan cara mebolak-balik arahnya dari satu arah ke arah lainnya melintasi membrane plasma. Meskipun lalu lintas melalui membrane ini padat membrane sel itu bersifat selektif permeable (membrane hanya dapat dilewati oleh ion dan molekul polar tertentu), semipermeable (mudah dilewati oleh molekul air) dan subtansi-subtansi tidak dapat melintasi rintangan tersebut secara sembarangan. Sel tersebut dapat mengambil berbagai macam molekul dan ion kecil dan menolak yang lainnya disamping itu substansi-suubstansi bergerak melintasi membrane pada laju yang berbeda.





Model Mosaik Cair : Struktur dan Fungsi Membran Sel
Untuk Melengkapi Tugas Mata Kuliah Biologi Sel dan Molekuler
Dosen Pengampu : Prof. Dr. Herbert Sipahutar, M.Si
 







      O L E H
       I MADE NUADA
         NIM. 8136174014
         Kelas: B-1 Dik Bio





PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
PROGRAM PASCA SARJANA
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2013

Menjadi Manusia Yang Baik


                     

BAB I
PENDAHULUAN

Pengertian baik tidaklah dapat disamakan dalam setiap hal atau perbuatan. Tidak semua kebaikan merupakan kebaikan akhlak. Contohnya, suatu tembakan yanga baik dalam pembunuhan, dapat merupakan perbuatan akhlak yang buruk
Namun begitu, setiap agama pasti mengajarkan  penganutnya agar menjadi manusia yang baik. Sebagai contoh, agama Islam membawa misi sosial, sebab ia diturunkan memang memperbaiki masyarakat umat manusia. Karena itu sesuai dengan misi Islam ialah misi sosial ini, Islam banyak mempunyai ajaran di bidang sosial kemasyarakatan yang membawa umatnya menjadi manusia sosial yang baik, yang mampu berhubungan dan bergaul dengan orang lain secara baik
Ajaran-ajaran Islam yang demikian ini, kita temukan misalnya pada perintah zakat bagi yang mampu, anjuran berqurban binatang pada setiap ‘Idul qurban, anjuran sedekah, anjuran menyebarkan salam Islam kepada orang lain baik yang kita kenal maupun tidak, dan kewajiban naik haji bagi yang telah memenuhi syarat-syaratnya. Selain itu diutamakan oleh Allah SWT dengan memberikan pahala yang lebih besar dari pada amalan-amalan yang kita kerjakan secara individu, maisalnya shalat lima wakttu yang dikerjakan secara berjemaah.
Dengan ajaran-ajaran sosial dalam Islam yang demikian ini, tiap umatnya di didik oleh agama Islam supaya dapat menjadi “manusia sosial yang baik” yang pandai membawa diri di dalam hidup bermasyarakat.
Atas dasar uraian di atas, maka di dalam makalah ini akan dibahas tentang “Menjadi Manusia yang Baik” dalam ruang lingkup etika, yaitu bagaimana sifat dan cara menjadi manusia yang baik.

Untuk membentuk manusia yang baik dan berguna bergantung pada proses pendidikan yang dilakukan di sekolah. Keluarga dan masyarakat juga sangat menentukan tercapainya tujuan pendidikan tersebut. Sekolah, keluarga, dan masyarakat harus bekerjasama dengan baik dalam mengupayakan tercapainya tujuan pendidikan. Keluarga berperan dalam membentuk dan mengembangkan kepribadian “Islam” dalam kehidupan sehari-hari di rumah. Masyarakat menguatkan nilai-nilai yang ditanamkan di keluarga dan sekolah.
Ada hadits pendek namun sarat makna dikutip Imam Suyuthi dalam bukunya Al-Jami’ush Shaghir. Bunyinya, “Khairun naasi anfa’uhum linnaas.” Terjemahan bebasnya: sebaik-baik manusia adalah siapa yang paling banyak bermanfaat bagi orang lain.
Derajat hadits ini ini menurut Imam Suyuthi tergolong hadits hasan. Syeikh Nasiruddin Al-Bani dalam bukunya Shahihul Jami’ush Shagir sependapat dengan penilaian Suyuthi. Adalah aksioma bahwa manusia itu makhluk sosial. Tak ada yang bisa membantah. Tidak ada satu orangpun yang bisa hidup sendiri. Semua saling berketergantungan. Saling membutuhkan.
Karena saling membutuhkan, pola hubungan seseorang dengan orang lain adalah untuk saling mengambil manfaat. Ada yang memberi jasa dan ada yang mendapat jasa. Si pemberi jasa mendapat imbalan dan penerima jasa mendapat manfaat. Itulah pola hubungan yang lazim. Adil. Jika ada orang yang mengambil terlalu banyak manfaat dari orang lain dengan pengorbanan yang amat minim, naluri kita akan mengatakan itu tidak adil. Orang itu telah berlaku curang. Dan kita akan mengatakan seseorang berbuat jahat ketika mengambil banyak manfaat untuk dirinya sendiri dengan cara yang curang dan melanggar hak orang lain.
Begitulah hati sanubari kita, selalu menginginkan pola hubungan yang saling ridho dalam mengambil manfaat dari satu sama lain. Jiwa kita akan senang dengan orang yang mengambil manfaat bagi dirinya dengan cara yang baik. Kita anggap seburuk-buruk manusia orang yang mengambil manfaat banyak dari diri kita dengan cara yang salah. Apakah itu menipu, mencuri, dan mengambil paksa, bahkan dengan kekerasan.

Namun yang luar biasa adalah orang lebih banyak memberi dari mengambil manfaat dalam berhubungan dengan orang lain. Orang yang seperti ini kita sebut orang yang terbaik di antara kita. Dermawan. Ikhlas. Tanpa pamrih. Tidak punya vested interes. Orang yang selalu menebar kebaikan dan memberi manfaat bagi orang lain adalah sebaik-baik manusia. Kenapa Rasulullah saw. menyebut seperti itu? Setidaknya ada empat alasan. Pertama, karena ia dicintai Allah swt. Rasulullah saw. pernah bersabda yang bunyinya kurang lebih, orang yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Siapakah yang lebih baik dari orang yang dicintai Allah?
Alasan kedua, karena ia melakukan amal yang terbaik. Kaidah usul fiqih menyebutkan bahwa kebaikan yang amalnya dirasakan orang lain lebih bermanfaat ketimbang yang manfaatnya dirasakan oleh diri sendiri. Apalagi jika spektrumnya lebih luas lagi. Amal itu bisa menyebabkan orang seluruh negeri merasakan manfaatnya. Karena itu tak heran jika para sahabat ketika ingin melakukan suatu kebaikan bertanya kepada Rasulullah, amal apa yang paling afdhol untuk dikerjakan. Ketika musim kemarau dan masyarakat kesulitan air, Rasulullah berkata membuat sumur adalah amal yang paling utama. Saat seseorang ingin berjihad sementara ia punya ibu yang sudah sepuh dan tidak ada yang merawat, Rasulullah menyebut berbakti kepada si ibu adalah amal yang paling utama bagi orang itu.
Ketiga, karena ia melakukan kebaikan yang sangat besar pahalanya. Berbuat sesuatu untuk orang lain besar pahalanya. Bahkan Rasulullah saw. berkata, “Seandainya aku berjalan bersama saudaraku untuk memenuhi suatu kebutuhannya, maka itu lebih aku cintai daripada I;tikaf sebulan di masjidku ini.” (Thabrani). Subhanallah.
Keempat, memberi manfaat kepada orang lain tanpa pamrih, mengundang kesaksian dan pujian orang yang beriman. Allah swt. mengikuti persangkaan hambanya. Ketika orang menilai diri kita adalah orang yang baik, maka Allah swt. menggolongkan kita ke dalam golongan hambanya yang baik-baik.
Pernah suatu ketika lewat orang membawa jenazah untuk diantar ke kuburnya. Para sahabat menyebut-nyebut orang itu sebagai orang yang tidak baik. Kemudian lewat lagi orang-orang membawa jenazah lain untuk diantar ke kuburnya. Para sahabat menyebut-nyebut kebaikan si mayit. Rasulullah saw. membenarkan. Seperti itu jugalah Allah swt. Karena itu di surat At-Taubah ayat 105, Allah swt. menyuruh Rasulullah saw. untuk memerintahkan kita, orang beriman, untuk beramal sebaik-baiknya amal agar Allah, Rasul, dan orang beriman menilai amal-amal kita. Di hari akhir, Rasul dan orang-orang beriman akan menjadi saksi di hadapan Allah bahwa kita seperti yang mereka saksikan di dunia.
Untuk bisa menjadi orang yang banyak memberi manfaat kepada orang lain, kita perlu menyiapkan beberapa hal dalam diri kita. Pertama, tingkatkan derajat keimanan kita kepada Allah swt. Sebab, amal tanpa pamrih adalah amal yang hanya mengharap ridho kepada Allah. Kita tidak meminta balasan dari manusia, cukup dari Allah swt. saja balasannya. Ketika iman kita tipis terkikis, tak mungkin kita akan bisa beramal ikhlas Lillahi Ta’ala.
Ketika iman kita memuncak kepada Allah swt., segala amal untuk memberi manfaat bagi orang lain menjadi ringan dilakukan. Bilal bin Rabah bukanlah orang kaya. Ia hidup miskin. Namun kepadanya, Rasulullah saw. memerintahkan untuk bersedekah. Sebab, sedekah tidak membuat rezeki berkurang. Begitu kata Rasulullah saw. Bilal mengimani janji Rasulullah saw. itu. Ia tidak ragu untuk bersedekah dengan apa yang dimiliki dalam keadaan sesulit apapun.
Kedua, untuk bisa memberi manfaat yang banyak kepada orang lain tanpa pamrih, kita harus mengikis habis sifat egois dan rasa serakah terhadap materi dari diri kita. Allah swt. memberi contoh kaum Anshor. Lihat surat Al-Hasyr ayat 9. Merekalah sebaik-baik manusia. Memberikan semua yang mereka butuhkan untuk saudara mereka kaum Muhajirin. Bahkan, ketika kaum Muhajirin telah mapan secara financial, tidak terbetik di hati mereka untuk meminta kembali apa yang pernah mereka beri.
Yang ketiga, tanamkan dalam diri kita logika bahwa sisa harta yang ada pada diri kita adalah yang telah diberikan kepada orang lain. Bukan yang ada dalam genggaman kita. Logika ini diajarkan oleh Rasulullah saw. kepada kita. Suatu ketika Rasulullah saw. menyembelih kambing. Beliau memerintahkan seoran sahabat untuk menyedekahkan daging kambing itu. Setelah dibagi-bagi, Rasulullah saw. bertanya, berapa yang tersisa. Sahabat itu menjawab, hanya tinggal sepotong paha. Rasulullah saw. mengoreksi jawaban sahabat itu. Yang tersisa bagi kita adalah apa yang telah dibagikan.
Begitulah. Yang tersisa adalah yang telah dibagikan. Itulah milik kita yang hakiki karena kekal menjadi tabungan kita di akhirat. Sementara, daging paha yang belum dibagikan hanya akan menjadi sampah jika busuk tidak sempat kita manfaatkan, atau menjadi kotoran ketika kita makan. Begitulah harta kita. Jika kita tidak memanfaatkannya untuk beramal, maka tidak akan menjadi milik kita selamanya. Harta itu akan habis lapuk karena waktu, hilang karena kematian kita, dan selalu menjadi intaian ahli waris kita. Maka tak heran jika dalam sejarah kita melihat bahwa para sahabat dan salafussaleh enteng saja menginfakkan uang yang mereka miliki. Sampai sampai tidak terpikirkan untuk menyisakan barang sedirham pun untuk diri mereka sendiri.
Keempat, kita akan mudah memberi manfaat tanpa pamrih kepada orang lain jika dibenak kita ada pemahaman bahwa sebagaimana kita memperlakukan seperti itu jugalah kita akan diperlakukan. Jika kita memuliakan tamu, maka seperti itu jugalah yang akan kita dapat ketika bertamu. Ketika kita pelit ke tetangga, maka sikap seperti itu jugalah yang kita dari tetangga kita.
Kelima, untuk bisa memberi, tentu Anda harus memiliki sesuatu untuk diberi. Kumpulkan bekal apapun bentuknya, apakah itu finansial, pikiran, tenaga, waktu, dan perhatian. Jika kita punya air, kita bisa memberi minum orang yang harus. Jika punya ilmu, kita bisa mengajarkan orang yang tidak tahu. Ketika kita sehat, kita bisa membantu beban seorang nenek yang menjinjing tak besar. Luangkan waktu untuk bersosialisasi, dengan begitu kita bisa hadir untuk orang-orang di sekitar kita.



























BAB II
PEMBAHASAN

A.      Sifat Genetik
Secara genetik sifat keturunan yang dapat diamati/dilihat (warna, bentuk, ukuran) dinamakan fenotip. Sifat dasar yang tak tampak dan tetap (artinya tidak berubah karena lingkungan) pada suatu individu dinamakan genotip. Dalam ilmu biologi, genotip dan lingkungan dapat menetapkan fenotip atau dengan kata lain fenotip merupakan resultan/hasil dari genotip dan lingkungan. Dengan demikian, maka dua genotip yang sama dapat menunjukkan fenotip yang berlainan, apabila lingkungan bagi kedua fenotip itu berlainan. Contohnya anak kembar satu telur tentunya memiliki genotip yang sama, tetapi jika kedua anak tersebut dibesarkan dilingkungan berbeda maka mereka akan memiliki sifat fenotip yang berbeda.
Penulis kemukakan contoh di atas (contoh dari segi ilmu biologi) hanya untuk memperlihatkan betapa pengaruh lingkungan sangat kuat terhadap munculnya sifat atau karakter pada seseorang. Belum lagi sifat dasar manusia yang lain yang dipengaruhi oleh kebutuhan biologis itu sendiri seperti  rasa lapar, rasa sakit, rasa takut, kebutuhan seks dan ego (Sutarto, 2011) yang menentukakkan juga terhadap karakter atau perilaku seseorang di masyarakat. Sebagai contoh pada masyarakat yang rata-rata memiliki pekerjaan tetap (gaji cukup) tentunya tuntutan terhadap pemenuhan/dorongan rasa lapar tersebut kecil bila dibandingkan dengan sekelompok masyarakat yang kebanyakan memiliki pendapatan tidak menentu, sehingga bisa terlihat karakter lain di masyarakat. Maka dengan demikian terbentuklah masyarakat yang heterogen sehingga diperlukan ilmu yang bisa mempelajari hidup bersama dalam masyarakat  dan ikatan-ikatan yang menguasai kehidupan tersebut (Sosiologi) diharapkan bila terjadi konflik atau gesekan-gesekan horizontal di masyarakat, dengan ilmu ini bisa mengatasi dan menyelesaikan masalah.



B.     Gambaran Paradigma Sosial Lingkungan Tempat Tinggal Penulis
Lingkungan sosial sangat besar pengaruhnya dalam membentuk kepribadian seorang manusia, adapun yang dimaksud dengan lingkungan sosial adalah semua orang atau manusia lain yang dapat mempengaruhi manusia lain. Pengaruh lingkungan sosial itu ada yang diterima secara langsung dan ada yang tidak langsung. Pengaruh secara langsung seperti dalam pergaulan sehari-hari dengan orang lain, keluarga, teman-teman, kawan sekolah, sepekerjaan, dan lain sebagainya. Pengaruh yang tidak langsung yaitu: melalui radio, TV majalah, buku-buku surat kabar dan lain sebagainya (Dalyono, 2001:133).
Dalam hal ini yang akan dibahas adalah lingkungan sosial yang di dalamnya terdapat lingkungan keluarga yang sangat berperan dalam pembentukan kepribadian anak dan faktor-faktor di dalamnya yang memiliki andil besar dalam pembentukan kepribadian tersebut yang tentunya tidak terlepas dari peran keluarga.
Lingkungan tempat tinggal penulis berada dikawasan Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung (berbatasan dengan Kota Bandung, hanya terpisahkan oleh jalan), berada di lingkungan gang yang padat penduduk. Hampir tidak ada celah untuk dapat dinikmati sebagai ruang terbuka oleh para penghuni rumah. Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat, begitupun dengan kehidupan masyarakat yang tinggal di gang sempit yang dibangun oleh berbagai keluarga dengan kekhasan yang beragam, tentu akan menimbulkan dinamika tersendiri bagi masyarakat yang ada di dalamnya, hal ini diperparah dengan banyaknya rumah-rumah kos yang dikontrakan memungkinkan banyaknya pendatang yang tentu saja memiliki latar belakang keluarga yang beragam pula yang ikut membentuk tipe masyarakat di daerah tersebut.  Dalam bentuknya keluarga selalu memiliki kekhasan. Setiap keluarga selalu berbeda dengan keluarga lainnya. Ia dinamis dan memiliki sejarah “perjuangan, nilai-nilai, kebiasaan” yang turun temurun mempengaruhi secara akulturatif (tidak tersadari). Sebagian ahli menyebutnya bahwa pengaruh keluarga amat besar dalam pembentukan pondasi kepribadian anak. Keluarga yang gagal membentuk kepribadian anak biasanya adalah keluaraga yang penuh konflik, tidak bahagia, tidak solid antara nilai dan praktek, serta tidak kuat terhadap nilai-nilai yang rusak. Itupun yang terjadi di lingkungan gang sempit, kurang baik untuk perkembangan pendidikan anak. Berikut foto letak rumah penulis.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgPCJLfzn2wLfx285sb7I8JMgM4iFiY-HrSXRvraY4bYaH6xCNorLSqbSizle0NGl7wyTeWxuhLca3ffNX0Qr_g122SoSGPvk5o4Ump84Hxt56eJHxH8YYd49lhYLniCz1yH05oTngT00s/s400/rumah+1.jpg
                     
Satu dinamika sosial terlepas kekurangannya, tentunya pada type kelompok masyarakat seperti ini masih adanya rasa kebermasyarakatan dan kekeluargaan yang tinggi bila dibandingkan dengan type/kelompok masyarakat yang menamakan diri kelompok masyarakat elit dimana rumah satu sama lain dibatasi dengan tembok yang besar, bahkan kasarnya tetangga sebeleh meninggalpun mungkin tidak tahu. Sebagai contoh suka diadakannya kerja bakti lingkungan hidup, ronda (poskamling), pengajian rutin ibu-ibu dan bapak-bapak pada minggu tertentu yang sudah diagendakan, takjiah bersama bagi yang meninggal dunia, menyantuni dan menginventarisir anak-anak yatim dan orang-orang miskin untuk diberikan bantuan, dan lain-lainnya.
Itulah beberapa gambaran paradigma sosial yang berada dilingkungan tempat tinggal penulis yang merasa pantas untuk diangkat dan dikaji sehingga positif dan negatifnya bisa dijadikan bahan kajian keilmuan sehingga menambah wawasan dalam kemasyarakatan pada khususnya dan kewarganegaraan pada umumnya sebagaimana digambarakan pada skema di bawah ini :




https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEih3wbGBsev_JaKhc3f5dO9-Vbk152oFSt7eBpvyiSWgdF42eR2iz7yJbKEiFbNPEYgJ8dkVf-E99DSAe3FRxqbZfMCL3BKBfZSq3P2ftt8tMMPdnx9ZSb-tr8U5KQRBN4YrTwRcTJMZxk/s400/gambar+ineteraksi+sosial.jpg
Gambar Skema Paradigma Sosial yang terbentuk di Masyarakat

C.     Gambaran Paradigma Pendidikan Tempat Tinggal Penulis
Pembahasan mengenai pengaruh lingkungan terhadap proses pendidikan manusia khususnya dalam kehidupan bermasyarakat sebagaimana penulis uraikan di atas bertitik tolak atau fokus kepada keluarga. Karena keluarga memiliki peranan yang sangat penting dalam upaya mengembangkan pribadi anak. Perawatan orang tua yang penuh kasih sayang dan pendidikan tentang nilai-nilai kehidupan, baik agama maupun sosial budaya yang diberikannya merupakan faktor yang kondusif untuk mempersiapkan anak menjadi pribadi dan anggota masyarakat yang sehat. F.J. Brown dalam Syamsu (2006 ; 36) mengemukakan bahwa ditinjau dari sudut pandang sosiologi, keluarga dapat diartikan dua macam, yaitu a) dalam arti luas, keluarga meliputi semua pihak yang berhubungan darah atau keturunan yang dapat dibandingkan dengan “clan” atau marga; b) dalam arti sempit keluarga meliputi orang tua dan anak. Selain lingkungan keluarga, lingkungan masyarakatpun tidak kalah  pentingnya dalam membantu perkembangan anak-anak dalam mencapai kedewasaannya, lingkungan masyarakat yang baik akan menciptakan generasi yang baik pula dan sebaliknya lingkungan masyarakat yang buruk akan membawa dampak dan pengaruh yang buruk pada anak dalam mencapai kedewasaannya. Sehingga perhatian terhadap lingkungan pendidikan baik pendidikan di keluarga, madrasah/sekolah dan masyarakat menjadi sangat penting dalam rangka menciptakan generasi yang sesuai dengan tuntutan dan harapan bangsa, negara dan agama.
Berdasarkan uraiaan tersebut di atas, betapa keluarga merupakan factor pertama dan utama dalam peletakan dasar-dasar pendidikan bagi anak-anaknya, sehingga para orang tua tidak ada alasan untuk tidak memperhatikan anaknya. Dari segi melanjutkan sekolah di lingkungan penulis rata-rata sampai tingkat SMP (mungkin karena program wajar dikdas 9 tahun) dan sebagian lulus SMA, sedikit yang ke perguruan tinggi. Dari fenomena lain, dunia pendidikan sekarang pada umumnya dan di sekitar tempat tinggal penulis pada khususnya, pergaulan anak atau perkembangan anak oleh beberapa orang tua tidak bisa dikontrol dan dikendalikan. Sebagai contoh bahasa yang keluar dari pergaulan mereka mohon maaf banyak kata-kata “kotor” dan “jorok”, sudah membiasakan diri merokok, berani tidak melaksanakan ibadah sesuai kepercayaannya, dan lain sebagainya. Dengan fakta seperti itu penulis pada khususnya dan para orang tua pada umumya dihadapkan pada posisi dilematis. Satu sisi anak perlu bermain (memang masanya anak untuk bermain), satu sisi para orang tua sangat riskan dengan pergaulan anak sekarang. Sehingga para orang tua harus benar-benar membuat program kegiatan anak yang kuantitas dan kualitasnya benar-benar terjaga sehingga mereka bisa diminimalkan terkontaminasi oleh pergaulan yang kurang baik, walaupun pada era globalisasi dan informasi ini sangat berat sebagai orang tua.
Untuk meminimalkan anak-anak generasi penerus bangsa dan juga bagian dari komponen masyarakat di lingkungannya menjadi anak yang berkualitas baik jenjang pendidikan, akhlak, dan pribadi unggul lainnya, penulis mencoba membuat suatu skema atau alur paradigm pendidikan khususnya di lingkungan tempat tinggal penulis sebagai berikut :


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgK07uqq5xmhbGfDZCZYb9P5yDupcGb-THiUMER-IVK3yjUAkEKQlNqJ1Y9H304H5gDGOwhQv0u5MY3Nzjsm1iclGoQbZF8Oy7va-dPyt4fthmmcmkJQYrYVsqdWx-Cj1BKU1bIOWErjcA/s400/manusia+baik+dan+berguna.jpg
Gambar : Skema paradigm pendidikan keluarga

Untuk membentuk manusia yang baik dan berguna bergantung pada proses pendidikan yang dilakukan di sekolah. Keluarga dan masyarakat juga sangat menentukan tercapainya tujuan pendidikan tersebut. Sekolah, keluarga, dan masyarakat harus bekerjasama dengan baik dalam mengupayakan tercapainya tujuan pendidikan. Keluarga berperan dalam membentuk dan mengembangkan kepribadian “Islam” dalam kehidupan sehari-hari di rumah. Masyarakat menguatkan nilai-nilai yang ditanamkan di keluarga dan sekolah.
Negara mendorong keluarga untuk meningkatkan peran dan kemampuannya dalam mendidik anak serta menyediakan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan keluarga yang ingin meningkatkan kemampuannya dalam mendidik anak. Negara dapat menarik sementara hak pendidikan anak dari seorang ayah atau ibu dan menyerahkannya kepada keluarga atau kerabat lain yang mampu mendidik, apabila seorang ayah atau ibu sangat lemah dalam mendidik anaknya, sampai ayah atau ibu tersebut dapat mendidik anaknya.
Negara harus mengawasi media massa dan perilaku individu-individu dalam kehidupan umum. Media massa tidak boleh menyebarkan nilai, pemikiran, atau contoh perilaku yang membahayakan peserta didik. Demikian pula tindakan-tindakan pelanggaran hukum atau yang tercela; harus ditindak tegas sehingga tidak menyebar di tengah-tengah masyarakat. Tindakan negara ini seiring dengan peran kontrol sosial warga masyarakat sehingga efektif menjaga generasi dari lingkungan yang buruk bagi pendidikannya.

D. Tiga Langkah Menjadi Manusia Terbaik

Ada hadits pendek namun sarat makna dikutip Imam Suyuthi dalam bukunya Al-Jami’ush Shaghir. Bunyinya, “Khairun naasi anfa’uhum linnaas.” Terjemahan bebasnya: sebaik-baik manusia adalah siapa yang paling banyak bermanfaat bagi orang lain.
Derajat hadits ini ini menurut Imam Suyuthi tergolong hadits hasan. Syeikh Nasiruddin Al-Bani dalam bukunya Shahihul Jami’ush Shagir sependapat dengan penilaian Suyuthi.
Adalah aksioma bahwa manusia itu makhluk sosial. Tak ada yang bisa membantah. Tidak ada satu orangpun yang bisa hidup sendiri. Semua saling berketergantungan. Saling membutuhkan.
Karena saling membutuhkan, pola hubungan seseorang dengan orang lain adalah untuk saling mengambil manfaat. Ada yang memberi jasa dan ada yang mendapat jasa. Si pemberi jasa mendapat imbalan dan penerima jasa mendapat manfaat. Itulah pola hubungan yang lazim. Adil.
Jika ada orang yang mengambil terlalu banyak manfaat dari orang lain dengan pengorbanan yang amat minim, naluri kita akan mengatakan itu tidak adil. Orang itu telah berlaku curang. Dan kita akan mengatakan seseorang berbuat jahat ketika mengambil banyak manfaat untuk dirinya sendiri dengan cara yang curang dan melanggar hak orang lain.
Begitulah hati sanubari kita, selalu menginginkan pola hubungan yang saling ridho dalam mengambil manfaat dari satu sama lain. Jiwa kita akan senang dengan orang yang mengambil manfaat bagi dirinya dengan cara yang baik. Kita anggap seburuk-buruk manusia orang yang mengambil manfaat banyak dari diri kita dengan cara yang salah. Apakah itu menipu, mencuri, dan mengambil paksa, bahkan dengan kekerasan.
Namun yang luar biasa adalah orang lebih banyak memberi dari mengambil manfaat dalam berhubungan dengan orang lain. Orang yang seperti ini kita sebut orang yang terbaik di antara kita. Dermawan. Ikhlas. Tanpa pamrih. Tidak punya vested interes.
Orang yang selalu menebar kebaikan dan memberi manfaat bagi orang lain adalah sebaik-baik manusia. Kenapa Rasulullah saw. menyebut seperti itu? Setidaknya ada empat alasan. Pertama, karena ia dicintai Allah swt. Rasulullah saw. pernah bersabda yang bunyinya kurang lebih, orang yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Siapakah yang lebih baik dari orang yang dicintai Allah?
Alasan kedua, karena ia melakukan amal yang terbaik. Kaidah usul fiqih menyebutkan bahwa kebaikan yang amalnya dirasakan orang lain lebih bermanfaat ketimbang yang manfaatnya dirasakan oleh diri sendiri. Apalagi jika spektrumnya lebih luas lagi. Amal itu bisa menyebabkan orang seluruh negeri merasakan manfaatnya. Karena itu tak heran jika para sahabat ketika ingin melakukan suatu kebaikan bertanya kepada Rasulullah, amal apa yang paling afdhol untuk dikerjakan. Ketika musim kemarau dan masyarakat kesulitan air, Rasulullah berkata membuat sumur adalah amal yang paling utama. Saat seseorang ingin berjihad sementara ia punya ibu yang sudah sepuh dan tidak ada yang merawat, Rasulullah menyebut berbakti kepada si ibu adalah amal yang paling utama bagi orang itu.
Ketiga, karena ia melakukan kebaikan yang sangat besar pahalanya. Berbuat sesuatu untuk orang lain besar pahalanya. Bahkan Rasulullah saw. berkata, “Seandainya aku berjalan bersama saudaraku untuk memenuhi suatu kebutuhannya, maka itu lebih aku cintai daripada I;tikaf sebulan di masjidku ini.” (Thabrani). Subhanallah.
Keempat, memberi manfaat kepada orang lain tanpa pamrih, mengundang kesaksian dan pujian orang yang beriman. Allah swt. mengikuti persangkaan hambanya. Ketika orang menilai diri kita adalah orang yang baik, maka Allah swt. menggolongkan kita ke dalam golongan hambanya yang baik-baik.
Pernah suatu ketika lewat orang membawa jenazah untuk diantar ke kuburnya. Para sahabat menyebut-nyebut orang itu sebagai orang yang tidak baik. Kemudian lewat lagi orang-orang membawa jenazah lain untuk diantar ke kuburnya. Para sahabat menyebut-nyebut kebaikan si mayit. Rasulullah saw. membenarkan. Seperti itu jugalah Allah swt. Karena itu di surat At-Taubah ayat 105, Allah swt. menyuruh Rasulullah saw. untuk memerintahkan kita, orang beriman, untuk beramal sebaik-baiknya amal agar Allah, Rasul, dan orang beriman menilai amal-amal kita. Di hari akhir, Rasul dan orang-orang beriman akan menjadi saksi di hadapan Allah bahwa kita seperti yang mereka saksikan di dunia.
Untuk bisa menjadi orang yang banyak memberi manfaat kepada orang lain, kita perlu menyiapkan beberapa hal dalam diri kita. Pertama, tingkatkan derajat keimanan kita kepada Allah swt. Sebab, amal tanpa pamrih adalah amal yang hanya mengharap ridho kepada Allah. Kita tidak meminta balasan dari manusia, cukup dari Allah swt. saja balasannya. Ketika iman kita tipis terkikis, tak mungkin kita akan bisa beramal ikhlas Lillahi Ta’ala.
Ketika iman kita memuncak kepada Allah swt., segala amal untuk memberi manfaat bagi orang lain menjadi ringan dilakukan. Bilal bin Rabah bukanlah orang kaya. Ia hidup miskin. Namun kepadanya, Rasulullah saw. memerintahkan untuk bersedekah. Sebab, sedekah tidak membuat rezeki berkurang. Begitu kata Rasulullah saw. Bilal mengimani janji Rasulullah saw. itu. Ia tidak ragu untuk bersedekah dengan apa yang dimiliki dalam keadaan sesulit apapun.
Kedua, untuk bisa memberi manfaat yang banyak kepada orang lain tanpa pamrih, kita harus mengikis habis sifat egois dan rasa serakah terhadap materi dari diri kita. Allah swt. memberi contoh kaum Anshor. Lihat surat Al-Hasyr ayat 9. Merekalah sebaik-baik manusia. Memberikan semua yang mereka butuhkan untuk saudara mereka kaum Muhajirin. Bahkan, ketika kaum Muhajirin telah mapan secara financial, tidak terbetik di hati mereka untuk meminta kembali apa yang pernah mereka beri.
Yang ketiga, tanamkan dalam diri kita logika bahwa sisa harta yang ada pada diri kita adalah yang telah diberikan kepada orang lain. Bukan yang ada dalam genggaman kita. Logika ini diajarkan oleh Rasulullah saw. kepada kita. Suatu ketika Rasulullah saw. menyembelih kambing. Beliau memerintahkan seoran sahabat untuk menyedekahkan daging kambing itu. Setelah dibagi-bagi, Rasulullah saw. bertanya, berapa yang tersisa. Sahabat itu menjawab, hanya tinggal sepotong paha. Rasulullah saw. mengoreksi jawaban sahabat itu. Yang tersisa bagi kita adalah apa yang telah dibagikan.
Begitulah. Yang tersisa adalah yang telah dibagikan. Itulah milik kita yang hakiki karena kekal menjadi tabungan kita di akhirat. Sementara, daging paha yang belum dibagikan hanya akan menjadi sampah jika busuk tidak sempat kita manfaatkan, atau menjadi kotoran ketika kita makan. Begitulah harta kita. Jika kita tidak memanfaatkannya untuk beramal, maka tidak akan menjadi milik kita selamanya. Harta itu akan habis lapuk karena waktu, hilang karena kematian kita, dan selalu menjadi intaian ahli waris kita. Maka tak heran jika dalam sejarah kita melihat bahwa para sahabat dan salafussaleh enteng saja menginfakkan uang yang mereka miliki. Sampai sampai tidak terpikirkan untuk menyisakan barang sedirham pun untuk diri mereka sendiri.
Keempat, kita akan mudah memberi manfaat tanpa pamrih kepada orang lain jika dibenak kita ada pemahaman bahwa sebagaimana kita memperlakukan seperti itu jugalah kita akan diperlakukan. Jika kita memuliakan tamu, maka seperti itu jugalah yang akan kita dapat ketika bertamu. Ketika kita pelit ke tetangga, maka sikap seperti itu jugalah yang kita dari tetangga kita.
Kelima, untuk bisa memberi, tentu Anda harus memiliki sesuatu untuk diberi. Kumpulkan bekal apapun bentuknya, apakah itu finansial, pikiran, tenaga, waktu, dan perhatian. Jika kita punya air, kita bisa memberi minum orang yang harus. Jika punya ilmu, kita bisa mengajarkan orang yang tidak tahu. Ketika kita sehat, kita bisa membantu beban seorang nenek yang menjinjing tak besar. Luangkan waktu untuk bersosialisasi, dengan begitu kita bisa hadir untuk orang-orang di sekitar kita.
E. Berbuat baik (Beneficence)
 Merupakan salah satu prinsip dalam Bioetika (Shannon, 1997). Prinsip berbuat baik merupakan segi positif dari prinsip tidak merugikan. Kewajiban berbuat baik menuntut bahwa kita harus membantu orang lain dalam memajukan kepentingan mereka.

Cara Untuk Menjadi Manusia Yang Baik dan Menarik adalah :
a.      Royalah Dalam Memberikan Pujian.
Pujian itu seperti air segar yang bisa menawarkan rasa haus manusia akan penghargaan. Dan kalau Anda selalu siap membagikan air segar itu kepada orang lain, Anda berada pada posisi yang strategis untuk disukai oleh orang lain. Caranya? Bukalah mata lebar-lebar untuk selalu melihat sisi baik pada sikap dan perbuatan orang lain. Lalu pujilah dengan tulus.




b. Buatlah Orang Lain Merasa Dirinya Sebagai Orang Penting.
Tunjukkanlah dengan sikap dan ucapan bahwa anda menganggap orang lain itu penting. Misalnya, jangan biarkan orang lain menunggu terlalu lama, katakanlah maaf bila salah, tepatilah janji, dsb.

c. Jadilah Pendengar Yang Baik.
Kalau bicara itu perak dan diam itu emas, maka pendengar yang baik lebih mulia dari keduanya. Pendengar yang baik adalah pribadi yang dibutuhkan dan disukai oleh semua orang. Berilah kesempatan kepada orang lain untuk bicara, ajukan pertanyaan dan buat dia bergairah untuk terus bicara. Dengarkanlah dengan antusias, dan jangan menilai atau menasehatinya bila tidak diminta.

d. Usahakan Untuk Menyebut Nama Orang Dengan Benar.
Nama adalah milik berharga yang bersifat sangat pribadi. Umumnya orang tidak suka bila namanya disebut secara salah atau sembarangan. Kalau ragu, tanyakanlah bagaimana melafalkan dan menulis namanya dengan benar. Misalnya, orang yang dipanggil Wilyem itu ditulisnya William, atau Wilhem? Sementara bicara, sebutlah namanya sesering mungkin. Menyebut Andre lebih baik dibandingkan Anda. Pak Peter lebih enak kedengarannya daripada sekedar Bapak.

e. Bersikaplah Ramah.
Semua orang senang bila diperlakukan dengan ramah. Keramahan membuat orang lain merasa diterima dan dihargai. Keramahan membuat orang merasa betah berada di dekat Anda.

f. Bermurah Hatilah.
Anda tidak akan menjadi miskin karena memberi dan tidak akan kekurangan karena berbagi. Seorang yang sangat bijak pernah menulis, Orang yang murah hati berbuat baik kepada dirinya sendiri. Dengan demikian kemurahan hati disatu sisi baik buat Anda, dan disisi lain berguna bagi orang lain.

g. Hindari Kebiasaan Mekritik Dan Mencela.
Umumnya orang tidak suka bila kelemahannya diketahui oleh orang lain, apalagi dipermalukan. Semua itu menyerang langsung ke pusat harga diri dan bisa membuat orang mempertahankan diri dengan sikap yang tidak bersahabat.

h. Bersikaplah Asertif.
Orang yang disukai bukanlah orang yang selalu berkata Ya, tetapi orang yang bisa berkata Tidak bila diperlukan. Sewaktu-waktu bisa saja prinsip atau pendapat Anda berseberangan dengan orang lain. Anda tidak harus menyesuaikan diri atau memaksakan mereka menyesuaikan diri dengan Anda. Jangan takut untuk berbeda dengan orang lain. Yang penting perbedaan itu tidak menimbulkan konflik, tapi menimbulkan sikap saling pengertian.



i. Perbuatlah Apa Yang Anda Ingin Orang Lain Perbuat Kepada Anda.
Perlakuan apapun yang anda inginkan dari orang lain yang dapat menyukakan hati, itulah yang harus anda lakukan terlebih dahulu. Anda harus mengambil inisiatif untuk memulainya. Misalnya, bila ingin diperhatikan, mulailah memberi perhatian. Bila ingin dihargai, mulailah menghargai orang lain.

j. Cintailah Diri Sendiri.
Mencintai diri sendiri berarti menerima diri apa adanya, menyukai dan melakukan apapun yang terbaik untuk diri sendiri. Ini berbeda dengan egois yang berarti mementingkan diri sendiri atau egosentris yang berarti berpusat kepada diri sendiri. Semakin Anda menyukai diri sendiri, semakin mudah Anda menyukai orang lain, maka semakin besar peluang Anda untuk disukai orang lain. Dengan menerima dan menyukai diri sendiri, Anda akan mudah menyesuaikan diri dengan orang lain, menerima mereka dengan segala kekurangan dan keterbatasannya, bekerjasama dengan mereka dan menyukai mereka. Pada saat yang sama tanpa disadari Anda memancarkan pesona pribadi yang bisa membuat orang lain menyukai Anda.

  1. Pengertian Kebaikan Secara Etika
Secara umum kebaikan adalah sesuatu yang diinginkan, yang diusahakan dan menjadi tujuan manusia. Tingkah laku manusia adalah baik dan benar, jika tingkah laku tersebut menuju kesempuranan manusia. Kebaikan disebut nilai (value), apabila kebaikan itu bagi seseorang menjadi kebaikan yang konkrit.
Manusia menentukan tingkah lakunya untuk tujuan dan memilih jalan yang ditempuh. Pertama kali yang timbul dalam jiwa adalah tujuan itu, dalam pelaksanaanya yang pertama diperlukan adalah jalan-jalan itu. Jalan yang ditempuh mendapatkan nilai dari tujuan akhir.
Manusia harus mempunyai tujuan akhir untuk arah hidupnya. Tujuan harus ada, supaya manusia dapat menentukan tindakan pertama. Jika tidak, manusia akan hidup secara serampangan. Tetapi bisa juga orang mengatakan hidup secara serampangan menjadi tujuan hidupnya. Akan tetapi dengan begitu manusia tidak akan sampai kepada kesempurnaan kebaikan selaras dengan derajat manusia.
Untuk setiap manusia, hanya terdapat satu tujuan akhir. Seluruh manusia mempunyai sifat serupa dalam usaha hidupnya, yaitu menuntut kesempurnaan.
Tujuan akhir selamanya merupakan kebaikan tertinggi, baik manusia itu mencarinya dengan kesenangan atau tidak. Tingkah laku atau perbuatan menjadi baik dalam arti akhlak, apabila membimbing manusia ke arah tujuan akhir, yaitu dengan melakukan perbuatan yang membuatnya baik sebagai manusia.
Berdasarkan norma susila, kebaikan atau keburukan perbuatan manusia dapat dipandang melalui beberapa cara, yaitu :
Ø  Objektif      keadaan perseorangan tidak dipandang.
Ø  Subjektif    keadaan perseorangan diperhitungkan.
Ø  Batiniah     berasal dari dalam perbuatan sendiri (kebatinan, intrinsik)
Ø  Lahiriah     berasal dari perintah atau larangan Hukum Positif (ekstrinsik)

Perbuatan yang sendirinya jahat tidak dapat menjadi baik atau netral karena alasan atau keadaan. Biarpun mungkin taraf keburukannya dapat berubah sedikit sedikit, orang tidak boleh berbuat jahat untuk mencapai kebaikan.
Perbuatan yang baik, tumbuh dalam kebaikannya, karena kebaikan alasan dan keadaannya. Suatu alasan atau keadaan yang jahat sekali, telah cukup untuk menjahatkan perbuatan. Kalau kejahatan itu sedikit, maka kebaikan perbuatan hanya akan dikurangi.
Perbuatan netral memproleh kesusilaannya, karena alasan dan keadaannya. Jika ada beberapa keadaan, baik dan jahat, sedang perbuatan itu sendiri ada baik atau netral dipergunakan


  1. Sifat Umum Manusia yang Baik
Berikut ini sifat umum manusia yang baik yang dikutip dari “SPECIAL MANAGEMENT SKILL SUB DIREKTORAT PPKB DIRMAWA UGM” :
Adaptable
Mudah menyesuaikan diri dan senang dalam setiap situasi.
Adventurous
Orang yang mau melakukan suatu hal yang baru dan berani dengan tekat untuk menguasainya.
Analytical 
Suka menyelidiki bagian-bagian hubungan yang logis dan semestinya.
Animated
Penuh kehidupan, sering menggunakan isyarat tangan, lengan, dan wajah secara hidup.
Balanced
Kepribadian yang stabil dan mengambil tengah-tengah, jarang bersikap ekstrim.
Behaved
Konsisten ingin membawa dirinya di dalam batas-batas apa yang dirasakan semestinya.
Bouncy
Kepribadian yang hidup, berlebihan, dan penuh tenaga.
Bold 
Tidak kenal takut, berani, terus terang,tidak takut akan resiko
Chief
Memegang kepemimpinan dan mengharapkan orang lain mengikutinya.
Chartmaker
Mengatur kehidupan, tugas, dan pemecahan masalah dengan membuat daftar, formulir atau grafik.
Cheerful
Konsisten memiliki semangat tinggi dan mempromosikan kebahagiaan pada orang lain.
Competitive
Mengubah setiap situasi, kejadian, atau permainan menjadi
lomba dan selalu bermain untuk menang.
Convincing  
Bisa merebut hati orang lain melalui pesona kepribadiannya.
Considerate
Menghargai keperluan dan perasaan orang lain.
Consistent
Memiliki keseimbangan secara emosional, menanggapi sebagaimana diharapkan orang.
Controlled
Mempunyai perasaan emosional tetapi jarang memperlihatkan-nya.
Confident
Percaya diri dan yakin akan kemampuan dan suksesnya sendiri.
Cultured
Perhatiannya melibatkan tujuan intelektual dan artistik, seperti teater, simfoni, balet.
Cute
Dicintai, pusat perhatian.
Contented
Mudah puas dengan apa yang dimilikinya, jarang iri hati.
Daring
Bersedia mengambil resiko, tak kenal takut, berani.
Deep
Intensif dan introspektif tanpa rasa senang kepada percakapan basa-basi.
Delightful
Orang yang menyenangkan sebagai teman.
Demonstrative
Terang-terangan menyatakan emosi, terutama sayang, dan tidak ragu menyentuh orang lain ketika sedang berbicara.
Decisive
Mempunyai kemampuan membuat penilaian yang cepat dan tuntas.
Detailed
Melakukan segalanya secara berurutan dengan ingatan yang jernih tentang segala hal yang terjadi.
Diplomatic
Berurusan dengan orang lain secara penuh siasat, perasa, dan sabar.
Dry humor
Pandai bicara yang menggigit, biasanya satu kalimat yang sifatnya sarkastis.
Funny
Punya rasa humor yang cemerlang dan bisa membuat cerita apa saja menjadi peristiwa yang menyenangkan.
Forceful
Kepribadian yang mendominasi dan menyebabkan orang lain ragu-ragu untuk melawannya.
Faithful
Secara konsisten bisa diandalkan, teguh, setia, dan mengabdi kadang tanpa alasan.
Friendly
Menanggapi dan bukan orang yang penuh inisiatif, jarang memulai percakapan. Ramah dalam berhubungan sosial.
Inspiring
Mendorong orang lain untuk bekerja, bergabung, atau terlibat dan membuat seluruhnya menyenangkan.
Independent
Mandiri, penuh percaya diri, dan tidak begitu memerlukan bantuan.
Idealistic
Memvisualisasikan hal-hal dalam bentuk yang sempurna dan perlu memenuhi standard itu sendiri.
Inoffensive
Tidak pernah mengatakan atau menyebabkan apapun yang tidak menyenangkan atau menimbulkan keberatan.
Lively
Penuh kehidupan, kuat, penuh semangat.
Leader
Terdoronguntuk memimpin, dan sering sulit mempercayai orang lain bisa melakukan pekerjaan dengan sama baiknya.
Loyal
Setia kepada seseorang, gagasan, atau pekerjaan, kadang-kadang melampaui alasan masuk akal.
Listener
Selalu bersedia mendengar apa yang dikatakan orang lain.
Mixes-easily
Menyukai pesta dan tidak bisa menunggu untuk bertemu setiap orang dalam ruangan, grapyak pada semua orang.
Mover
Terdorong oleh keperluan untuk produktif, pemimpin yang diikuti orang lain, sulit duduk diam.
Musical
Punya apresiasi mendalam tentang musik, punya komitmen pada musik sebagai seni bukan sebagai hiburan.
Mediator
Konsisten mencari peranan merukunkan pertikaian untuk menghindari konflik.
Optimistic
Periang dan meyakinkan dirinya dan orang lain bahwa segalanya akan beres.
Outspoken
Bicara terang-terangan dan tanpa menahan diri.
Orderly
Orang yang mengatur segala-galanya secara metodis dan sistematis.
Obliging
Bisa menerima apa saja. Orang yang cepat melakukannya dengan cara lain.
Peaceful 
Tampak tidak terganggu dan tenang serta menghindari setiap bentuk kekacauan.
Persistent
Melakukan sesuatu sampai selesai sebelum memulai lainnya.
Persuasive
Meyakinkan orang dengan logika dan fakta, bukannya pesona atau kekuasaan.
Playful  
Penuh kesenangan dan selera humor yang baik.
Patient
Tidak terpengaruh oleh penundaan, tetap tenang dan toleran serta sabar.
Popular
Menghidupkan suasana, sehingga sangat diharapkan kehadirannya oleh orang lain.
Productive
Terus menerus bekerja atau mencapai sesuatu, sering merasa sulit beristirahat.
Perfectionist
Menempatkan standard tinggi pada dirinya dan orang lain.
Pleasant
Mudah bergaul, bersifat terbuka, mudah diajak bicara.
Promoter
Mendorong orang lain mengikuti, bergabung, atau melakukan sesuatu melalui pesona kepribadiannya.

Positive
Mengetahui segala-galanya akan beres kalau dia yang memimpin.
Planner
Mempersiapkan aturan yang terincisebelum-nya dalam menyelesaikan target atau pekerjaan.
Refreshing
Memperbaharui dan membantu atau membuat orang lain merasa senang.
Resourceful
Bisa bertindak cepat dan efektif boleh dikata dalam semua situasi.
Respectful
Memperlakukan orang lain dengan rasa segan, hormat, dan penghargaan.
Reserved
Menahan diri dalam menunjukkan emosi atau antusiasme
Spontaneous
Semua kehidupan merupakan kegiatan yang impulsif, tidak dipikirkan lebih dulu, dan tidak terhambat oleh rencana.
Sociable
Bersama orang lain sebagai kesempatan untuk bersikap manis dan menghibur.
Strongwilled
Orang yang yakin akan caranya sendiri, berkemauan kuat.
Self-sacrificing
Bersedia mengorbankan dirinya demi atau untuk memenuhi kebutuhan orang lain.
Submissive
Dengan mudah menerima pandangan atau keinginan orang lain tanpa banyak bertanya.
Spirited
Penuh kehidupan dan gairah.
Self-reliant
Mandiri dan sepenuhnya bisa mengandalkan kemampuan, penilaian, dan sumber dayanya sendiri.
Sensitive
Secara intensif memperhatikan orang lain, dan apa yang terjadi.
Satisfied
Orang yang mudah menerima keadaan atau situasi apa saja.
Sure
Yakin, jarang ragu-ragu atau goyah.
Scheduled
Membuat, menghayati, dan menuruti rencana sehari-hari, tidak menyukai rencananya terganggu.
Shy
Pendiam, tidak mudah terseret dalam percakapan.
Talker
Terus menerus bicara, biasanya menceritakan kisah lucu, merasa perlu mengisi kesunyian agar orang lain senang.
Tenacious
Memegang teguh dengan keras kepala dan tidak mau melepaskan sampai tujuan tercapai.
Tenacious
Memegang teguh dengan keras kepala dan tidak mau melepaskan sampai tujuan tercapai.
Thoughtful
Tanggap dan mengingat kesempatan istimewa dan cepat memberikan isyarat yang baik
Tolerant
Mudah menerima pemikiran dan cara orang lain tanpa perlu tidak menyetujui atau mengubahnya.

H.    Cara Bergaul dengan Baik
Seluruh manusia itu adalah umat yang satu. Dalam hidup bemasyarakat, kita bergaul dengan banyak pihak. Dan dengan semua pihak ini, tidak peduli suku apa, pangkatnya apa, agamanya apa, dan lain sebagainya.
Misalnya dalam ajaran Islam, penganutnya diminta oleh Islam untuk bergaul dengan baik. Terutama terhadap pihak-pihak yang berikut ini, harus diberikan priorotas untuk kita pergauli dengan baik yaitu:
1.  Kedua orang tua, ibu dan bapak kita masing-masing
2.  Orang-orang yang menjadi karib kerabat kita
3.  Anak-anak yatim
4.  Orang-orng miskin
5. Tetangga yang dekat maupun yang jauh dengan kita, baik dilihat dari segi  tempat, hubungan keluarga maupun dilihat dari segi muslim dan bukan muslim.
6.  Orang-orang yang menjadi teman sejawat kita
7.  Ibnu sabil yaitu, para musafir yang kehabisan bekal yang kepergiannya tidak  untuk maksiat.
8.  Hamba sahaya

Bergaul yang baik dengan sesama manusia dapat dibagai menjadi tiga tingkat:
Tingkat pertama:
Ialah tingkat yang paling rendah yaitu kita bergaul dengan orang lain hanya sekedar kita tidak membuta susah kepada orang lain dan tidak mengganggu mereka.
Misalnya Pada waktu siang hari selagi orang lian tengah istirahat tidur siang atau tengah asik belajar, kita tidak membunyikan TV atau Radio keras-keras, contah yang lain adalah tidak membuang sampah sembarang sehingga mengganggu tetangga dan lain sebagainya. Jadi menurut cara bergaul tingkat rendah ini, kita bergaul secara positif sebab kita tidak berbuat ini dan itu yang dapat menyusahkan orang lain.
Tingkat kedua:
Ialah bergaul yang lebih tinggi dari pada bergaul tingkat pertama. Bergaul yang baik dengan orang lain menurut tingkat kedua ini kita bergaul tidak secara pasif lagi tetapi secara aktif, dengan kita berbuat dan bermanfaat bagi orang lain. Kita tidak sekedar hanya “tidak menggangu orang lain”, tetapi lebih dari itu kita sudah memberikan sesuatu yang bermanfaat kepada orang lain.
Dalam Islam, Rasulullah juga mengajarkan kepada umat muslim agar selalu menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Lebih jauh Rasulullah menerangkan: “tahukah kamu, apa yang menjadi hak tetangga? Bila tetangga minta tolong tolonglah ia. Bila ia ingin hutang kepadamu, hutangilah dia. Bila ia memerlukan sesuatu, berikan sesuatu kepadanya. Bila ia jatuh sakit, jenguklah ia. Bila ia meninggal dunia antarkanlah jenazahnya. Bila memperolah sesuatu yang menggembirakan, ucapkanlah selamat kepadanya. Bila ia mendapat sesuatu musibah, tunjukkanlah rasa simpati kepadanya. Janganlah kamu mendirikan bangunan yang tinggi yang menutupi udara tetangga itu kecuali kalau sudah mendapat ijin. Bila kamu membeli buah-buahan hadiahkan sebagian kepadanya, bila tidak masukkanlah ke rumah pelan-pelan dan jangan sampai anak-anakmu membawa keluar buah-buahan itu supaya tidak membikin jengkel anak tetanggamu. Janganlah kamu sakiti hati tetangga dengan bau masakan didapur, kecuali kalau kamu berikan sebagian kepadanya.
Tingkat ketiga:
Cara bergaul yang baik yang ketiga ini adalah cara bergaul yang terbaik dan tertinggi.
Menurut cara bergaul yang ketiga ini, kita tidak hanya sekedar “tidak mengganggu orang lain dan tidak hanya sekedar memberi manfaaat kepada orang lain” seperti pada cara bergaul menurut tingkat pertama dan kedua, melainkan lebih dari itu kita sudah berbuat ke tingkat yang lebih sempurna lagi, yaitu kita menahan diri dengan sabar terhadap tindakan orang lain yang menyakitkan kita, bahkan kita balas perbuatan yang tidak baik itu dengan kebaikan. Seperti yang diajarkan Rasulullah terhadap umat muslim : “jika kamu ingin melebihi tingkat mereka yang tergolong shiddiqun (orang-orang yang benar) sambunglah hubungan persaudaraan dengan mereka yang memutuskan hubungan persaudaraan itu, berilah mereka yang menahan pemberian dan maafkanlah mereka yang berbuat dzalim kepadamu”.
Memang sebagian orang kurang begitu memperhatikan pergaulannya dengan orang lain dan tidak ambil perduli terhadap masyarakat sekitarnya. Bersikap masa bodoh dengan tidak senang bergaul dengan orang, bahkan tingkah lakunya menunjukkan sifat-sifat angkuh dan angker, terutama kepada orang-orang yang tingkatnnya yang lebih rendah. Tidak ada keramahan, tidak ada kedermawanan, tidak ada sikap tawadhu.
Semua bentuk-bentuk tingkah laku yang sifatnya asosial, tentu sangat keliru dan sangat tidak bijaksana.

I.       Menjadi Sebaik-baik Manusia
Adalah aksioma bahwa manusia itu makhluk sosial. Satu dengan yang lain hidup saling berketergantungan. Karena, kita membutuhkan sesuatu dari orang lain. Dengan kata lain, kala berinteraksi dengan seseorang, kita sesungguhnya sedang mengambil manfaat dari orang itu untuk kepentingan diri kita. Ada yang memberi jasa dan ada yang mendapat jasa. Si pemberi jasa mendapat imbalan dan penerima jasa mendapat manfaat. Itulah pola hubungan yang lazim. Adil.
Namun, ada orang yang mengambil terlalu banyak manfaat dari orang lain dengan pengorbanan yang amat minim. Naluri kita akan mengatakan, ini tidak adil. Curang. Ketika seseorang mengambil banyak manfaat untuk dirinya sendiri dengan cara curang dan melanggar hak orang lain, kita sebut itu sebagai kejahatan.
Hati selalu menginginkan pola hubungan yang seimbang dan saling ridho dalam mengambil manfaat dari satu sama lain. Jiwa kita akan senang dengan orang yang mengambil manfaat bagi dirinya dengan cara yang baik. Kita anggap seburuk-buruk manusia kepada orang yang mengambil manfaat banyak dari diri kita dengan cara yang salah. Apakah itu menipu, mencuri, dan mengambil paksa, bahkan dengan kekerasan.
Yang luar biasa adalah orang lebih banyak memberi daripada mengambil manfaat dalam berinteraksi dengan orang lain. Orang yang seperti ini kita sebut orang yang terbaik di antara kita. Dermawan. Ikhlas. Tanpa pamrih.
Untuk bisa punya sifat selalu memberi, ada beberapa hal harus kita set up ke dalam diri kita. Pertama, iman kepada Tuhan YME. Sebab, amal tanpa pamrih adalah bentuk ikhlas. Hanya mengharap ridho Tuhan YME. Tak mungkin sifat ini ada jika iman kita tipis. Seperti kisah Bilal bin Rabah. Ia hidup miskin. Namun ia selalu bersedekah di dalam keadaan sesulit apapun. Kata Nabi, sedekah tidak membuat rezeki berkurang. Bilal mengimani janji Nabi ini.
Kedua, untuk bisa memberi manfaat kepada orang lain tanpa pamrih, kita perlu mengikis habis sifat egois dan rasa serakah terhadap materi dari diri kita.
Ketiga, harus ada adagium “sisa harta kita adalah yang telah diberikan kepada orang lain” di benak kita. Pernah Nabi menyembelih kambing. Beliau menyuruh seorang sahabat untuk menyedekahkan daging kambing itu. Setelah dibagi-bagi, Nabi bertanya, berapa yang tersisa? Sahabat menjawab, hanya tinggal sepotong paha. Nabi mengoreksi jawaban itu. Yang tersisa bagi kita adalah apa yang telah dibagikan. Itulah yang kekal sebagai tabungan akhirat. Sementara, daging paha yang ada tak lama lagi akan busuk atau membusuk di dalam perut kita sebelum menjadi kotoran.
Begitulah harta. Jika tidak dimanfaatkan untuk beramal, akan lepas selamanya dari tangan kita: lapuk dimakan usia, menjadi sampah, atau diperebutkan ahli waris. Tak heran jika Abu Tholhah tidak bisa tidur nyenyak sebelum keuntungan berdagangnya disedekahkan di malam itu juga.
Keempat, memberi manfaat tanpa pamrih kepada orang lain menjadi mudah jika di benak kita ada pemahaman bahwa “sebagaimana kita memperlakukan, seperti itu jugalah kita akan diperlakukan. “Jika kita memuliakan tamu, seperti itu juga kita dimuliakan saat bertamu. Anda pelit ke tetangga, tetangga pun akan pelit ke Anda. Kelima, untuk bisa memberi, kita harus memiliki sesuatu. Bentuknya bisa dana, pikiran, tenaga, waktu, dan perhatian.
Begitulah manusia terbaik. Senantiasa memberi, tak harap kembali. Laksana mentari yang membakar diri untuk memberi energi kepada bumi. Seperti hujan yang menghidupkan semesta alam.

J.      Tahapan hidup manusia yang baik
Manusia yang baik sebaiknya mengikuti ritme dan tujuan hidup yang berlaku secara umum di masyarakat selama masih sesuai dengan aturan yang berlaku secara norma, nilai, adat setempat, agama yang dianut, hukum yang berlaku dan lain sebagainya. Ketidakmampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan dapat menyebabkan konflik yang dapat menimbulkan penilaian buruk hingga penolakan.

Berikut ini adalah sekilas tahapan hidup manusia yang baik :
  1. Anak-Anak
Sebagai anak yang baik yang hidup bergantung pada orang tua sudah barang tentu harus patuh, tunduk dan hormat pada orangtua (kecuali jahat atau tidak wajar). Jadilah anak yang bisa diandalkan dan dibanggakan orangtua. Hindari perilaku, aktivitas dan kegiatan yang tidak disukai orang tua. Bagaimanapun juga orangtua yang baik akan selalu melindungi dan memberi kasih sayang kepada anaknya. Tinggal bagaimana timbal balik kita kepada orang tua saat masih kanak-kanak dan saat remaja serta dewasa kelak.
Ketika memasuki tahap sekolah, maka belajar dengan serius, rajin, tekun dapat membuat orangtua bangga. Menambah kegiatan yang berguna akan sangat baik sekali seperti kegiatan olahraga, seni, organisasi kemasyarakatan, dan lain-lain. Hindari aktifitas yang buruk seperti nongkrong-nongkrong, tawuran, berantem, pacaran, main game berlebihan, berbohong, merokok, mabuk-mabukan, dan lain sebagainya. Sukses dapat dilihihat dari seberapa baik prestasi kita di sekolah dan luar sekolah serta seberapa sayang dan bangga keluarga juga masyarakat sekitar kepada kita.


  1. Remaja
Masa remaja adalah masa yang menentukan masa depan. Kesalahan pada masa ini dapat menghancurkan hidup seseorang. Pada tahap remaja, kesuksesan masih dapat dilihat dari sebarapa bangga keluarga serta masyarakat kepada kita dan seberapa besar prestasi yang dicapai pada ruang lingkup akademis dan non akademis. Pendidikan adalah modal dasar untuk bisa melaju sukses di saat dewasa karena negara kita yang masih sangat menilai seseorang dari sisi prestasi akademis daripada kemampuan non akademis.
Masa remaja harus dipersiapkan dan direncanakan dengan baik mulai dari cita-cita yang hendak dicapai (harus sangat tinggi), bisnis-bisnis sampingan yang akan dijalankan, membuat keluarga yang sakinah mawahdah warohmah, hingga bagaimana menyelesaikan studi yang sedang berjalan hingga selesai. Usahakan selesaikan pendidikan hingga perguruan tinggi. Jika orangtua tidak mampu maka cobalah putar otak bagaimana membiayai pendidikan sendiri dan membiayai kehidupan sendiri seolah-olah kita akan mati atau hidup sengsara jika tidak bisa sukses pada bidang akademis.
Pada saat remaja harus ada gambaran pekerjaan yang nanti akan dijalani sesuai minat, bakat dan keberuntungan. Siapkan juga jalur alternatif lain jika cita-cita tersebut kandas atau berbelok 180 derajat. Jangan ragu pula untuk memulai dari bawah karena pengalaman adalah guru yang paling baik. Jadilah orang yang tegar menjalani hidup dan jangan putus asa hanya karena gagal meraih cita-cita atau putus cinta karena kegagalan adalah awal dari kesuksesan.
Masalah cinta sebaiknya jaga emosi dan latih kesabaran. Sebaiknya hindari pacaran yang serius yang menjurus ke cinta mati / cinta buta atau bahkan ke hubungan fisik terlarang yang memiliki resiko tinggi menghancurkan masa depan seseorang. Remaja yang baik bisa merencanakan kapan harus jatuh cinta dan serius menggarap cintanya. Sebaiknya mulai serius pacaran ketika telah bekerja dan bisa hidup mandiri karena akan lebih banyak pilihan jodoh atau justru akan datang dengan sendirinya kepada kita. Rencanakan dan pikirkan dengan akal sehat sebaik-baiknya masalah pacar dan jodoh.

  1.  Dewasa
Saat-saat dewasa sebaiknya hanya tinggal menjalankan rencara yang telah disusun rapi dengan banyak jalur alternatif. Boleh juga menyempurnakan rencana yang telah ada sehingga menjadi lebih baik lagi. Pada tahap ini juga perlu memikirkan orang tua kita yang semakin bertambah usianya atau bahkan mencapai usia lanjut. Oleh sebab itu mulailah berbakti pada orang tua dengan memberikan perhatian yang lebih baik secara finansial maupun kasih sayang ketika telah mapan dan mandiri.
Saat dewasa adalah waktunya untuk membentuk keluarga sendiri. Orang tua kita akan sangat bangga jika kita bisa menemukan jodoh yang baik dan melahirkan anak-anak yang sehat dan pintar tanpa perlu banyak campur tangan dari orang tua. Jika telah berkeluarga maka jagalah dengan baik keluarga tersebut jangan sampai rusak karena emosi dan kelakuan buruk dari kita maupun pasangan hidup kita (suami/isteri). Sukses pada tahap ini adalah ketika bisa mapan mandiri, membentuk keluarga yang bahagia dan dapat membahagiakan orangtua (ortu kandung dan mertua) kita yang telah membesarkan kita dan membimbing kita dari lahir.
Dalam hal materi ada beberapa yang harus diperhatikan dan dijadikan fokus utama. Prioritaskan materi dan aset-aset yang bersifat jangka panjang. Ketika mulai bekerja dan menghasilkan uang sendiri maka mulai berpikir, menabung, dan menganggarkan dana untuk membantu orang tua, mencari jodoh, menikah, membeli rumah atau mengontrak rumah tempat tinggal, memiliki dan membesarkan anak, perabot, dan kendaraan. Hindari membuang-buang uang untuk trend, gaya-gayaan, maniak teknologi baru, foya-foya, hobi buta, dan lain sebagainya kecuali untuk amal zakat infak sodakoh.
Di samping itu tidak kalah penting untuk membangun bisnis baik mulai dari nol maupun melanjutkan dari yang sudah ada di berbagai bisnis sebagai persiapan dalam menghadapi krisis pada profesi utama. Dengan berbisnis juga dapat mengamankan finansial kita saat tidak bekerja (penghasilan pasif). Tabunglah uang yang tersisa dalam bentuk aset atau uang riil (dinar dirham) karena uang kertas dan logam (uang kartal) sebenarnya tidak berharga tanpa jaminan bank sentral.

  1. Lanjut Usia
Pada tahapan ini seharusnya telah menikmati hasil dari persiapan pralansia baik dari sisi finansial maupun dari sisi keluarga (anak dan cucu). Pada tingkatan ini sukses ditentukan dari seberapa tenang hidup anda dan keberhasilan yang dicapai anak-anak anda. Pada tahap ini sebaiknya anda menikmati hidup saja sambil sedikit memberi sumbangsih pada lingkungan masyarakat sekitar serta memberikan sedikit uluran tangan pada anak-anak sebatas memberi masukan dan saran.
Keberhasilan tidak ditentukan oleh finansial semata karena hanya dengan sukses anak menjadi orang yang menyayangi orang tua dan hidup berkecukupan maka orang tua pun akan ikut menikmati hasil dari si anak tersebut. Namun alangkah baiknya jika pada tahap ini tetap bisa mandiri secara finansial sehingga tidak merepotkan atau membebani anak sehingga anak cucu kita akan tetap 100% menghargai dan menghormati kita sebagai yang dituakan.



BAB III
PENUTUP

Menjadi manusia yang baik merupakan tujuan hidup yang sudah seharusnya dimiliki oleh setiap umat manusia. Caranya adalah dengan bermanfaat bagi orang lain. Karena sebaik baik manusia adalah manusia yang bermanfaat. Berbuat baiklah kamu jika kamu ingin orang lain berbuat baik terhadapmu.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat sehingga dapat menjadi masukan bagi kita sebagai umat manusia agar senantiasa berbuat baik terhadap sesama, tanpa memandar suku, agama, dan keturunan.





















DAFTAR PUSTAKA


Bertens, K. Etika. 2007, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

http://id.wikipedia.org/wiki/Etika_Nikomakea. Diakses 1 oktober 2012

http://organisasi.org/tahapan-prioritas-dalam-kehidupan-hidup-manusia-yang-baik-dan-wajar-normal. Diakses 3 oktober 2012

http://panabuletin.wordpress.com/2009/05/17/183/. Diakses 2 oktober 2012

http://www.dakwatuna.com/2008/tiga-langkah-menjadi-manusia-terbaik/

Diakses 3 oktober 2012

http://www.kemalstamboel.com/blog-manajemen/menjadi-sebaik-baik manusia.html. Diakses 3 oktober 2012

http://yumantoko.blogspot.com/2010/02/sifat-umum-manusia-yang-baik.html. Diakses 3 oktober 2012